Dengan bermodalkan latihan
militer yang diberikan jepang.rakyat bangkit ingin mengusir jepang dari bumi
pertiwi. Mereka sangat benci kepada jepang karena penindasan yang mereka
lakukan kepada bangsa Indonesia.
a. Perlawanan
rakyat singaparna
Kiai haji zaenal
Mustafa dari pondok pesantren sukamanah, singaparna, mengajak pemingikutnya
untuk melawan jepang. Jepang telah berbuat sewenang-wenang terhadap rakyat yang
tidak mau mengikuti upacara seikerei
setiap pagi. Seikerei adalah upacara penghormatan kepada kaisar jepang dengan
cara membungkukan badan kea rah matahari terbit. Bagi rakyat singaparna,
seikerei seperti menyembah matahari. Padahal dalam islam menyembah hanya kepada
allah. Jika menyembah selain allah, dianggap menyekutukan tuhan. Akibatnya
banyak rakyat singaparna yang disiksa.
Perlawanan
rakyat singaparna terjadi pasa tahun 1944. Perlawanan sengit terjadi. Dalam
pertempuran tersebut banyak jatuh korban di kalangan rakyat karena persenjataan
yang tidak seimbang.akibatnya,K.H.Zaenal Mustafa beserta pengikutnya di tangkap
dan dihukum mati pada tanggal 25 oktober 1944. Mereka gugur sebagai kusuma
bangsa.
b. Perlawanan
rakyat cot plieng
Perlawanan
terhadap jepang juga terjadi di aceh. Tenaga romusha di aceh diperlakukan tidak manusiawi. Mereka diperas
tenaganya untuk membuat jalan raya dan lapangan terbang tanpa diberi upah.
Akibatnya, banyak tenaga romusha di
aceh yang meninggal dunia
Tidak berbeda
dengan rakyat dingaparna, rakyat aceh pun juga diperintahkan untuk melakukan
upacara seikerei terhadap kaisar
jepang. Rakyat aceh pun menentang dengan alasan yang sama. Rakyat aceh adalah
pemeluk agama islam yang taat.
Akibatnya
perangpun tidak terhindarkan lagi. Pemimpin aceh yang pertama memimpin adalah
teuku abdul jalil. Beliau seorang guru ngaji di cot pileng, aceh. Di bawah
pimpinan teuku abdul jalil, rakyat aceh sangat bersemangat melawan jepang.
Namun saying, pada tanggal 10 november 1942 masjid tempat teuku abdul jalil dan
pengikutnya berkumpul dikepung.
Perlawanan
sengit pun terjadi. Kewalahan menghadapi perlawanan itu, jepang mundur. Namun,
pertempuran belum berakhir. Dengan kekuatan yang leih besar, jepang menghujani
masjid cont plieng dengan peluru.
Teuku abdul
jalil dan pengikutnya dapat meloloskan diri. Namun akhirnya jepang mengetahui
persembunyian tersebut. Pada saat mereka sedang melakukan sholat, mereka di
tembaki oleh jepang. Berakhirlah perlawanan rakyat cot plieng melawan jepang.
Rakyat cotplieng gugur dalam mempertahankan Negara dan agama.
c. Perlawanan
pasukan PETA di blitar
Supriyadi adalah
komandan PETA yang sangat disegani. Suatu keuntungan besar bagi rakyat
Indonesia, khususnya anggota PETA karena mereka dilatih militer penuh oleh
jepang. Hal ini dimanfaatkan oleh supriyadi untuk menyusun kekuatan melawan
jepang.
Para anggota
PETA di blitar melihat bahwa jepang bertindak semena-mena terhadap rakyat.
Keadaan rakyat sangat menderita akibat romusha. Hasil panen rakyat di ambil
oleh jepang. Akibatnya rakyat mati kelaparan. Melihat peristiwa itu, supriyadi
dan rakyat blitar tidak rela bangsanya selalu ditindas dan dianiaya. Mereka
segera bangkit dan bertekad mengusir penjajah jepang dari Indonesia. Supriyadi
dan rakyat blitar melakukan perlawanan terhadap jepang. Mereka juga ingin agar
Indonesia terbebas dari penjajah dan segera merdeka.
d. Pada
tanggal 14 februari 1945, perlawanan tentara peta mulai dilancarkan. Supriyadi
dan kawan-kawan sudah memiliki ketrampilan militer sehingga bisa bergerak
dengan cepat. Hal ini sangat mengejutkan pihak jepang. PETA yang diharapkan
bisa membantu jepang dalam menghadapi sekutu, ternyata melakukan perlawanan.
Dalam perlawanan itu banyak korban dari kedua belah pihak. Akan tetapi, karena
tidak seimbangnya persenjataan, perlawanan ini dapat ditumpas. Para pemimpin
perlawanan ditangkap dan diadili. Sementara itu, keberadaan supriyadi tidak
diketahui hingga saat ini.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !